Sifat Fisikokimia Terkait Parameter Obat

 Link youtube kelompok 2 

https://youtu.be/dLAwVvkOw0Q

Komentar

  1. Pada video dijelaskan bahwa ukuran partikel obat berpengaruh terhadap melarutkan obat, seperti yang kita ketahui ukuran jenis obat bermacam macam varian, nah jadi bagaimana cara mengantisipasi obat yang sukar larut, dan apakah cepat lambat kelarutkan obat berpengaruh terhadap efikasi obat itu sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah satu cara yang paling mudah dalam peningkatan kelarutan obat adalah dengan menambahkan surfaktan. Penambahan surfaktan memiliki peranan penting dalam meningkatkan kelarutan zat yang sedikit larut dalam air dengan pembentukan misel. Molekul surfaktan membentuk misel dalam rentang konsentrasi tertentu yang disebut dengan critical misel concentration (CMC). Efek negative dari obat yang memiliki kelarutan yang rendah yaitu penyerapan buruk, efektivitas obat menjadi berkurang, dan dosis pemberiannya juga akan semakin tinggi.

      Hapus
  2. Pada suatu proses pelarutan itu kan pasti ada yang namanya solut(zat terlarut) dan solven(pelarutnya), nah bagaimana proses pelarutan yang melibatkan interaksi solut dengan solut, solven
    dengan solven, dan solut dengan solven?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Proses pelarutan yang melibatkan interaksi solut dengan solut, solven dengan solven, dan solut dengan solven terdiri dari tiga tahap yaitu :
      Tahap pertama menyangkut pemindahan suatu molekul zat dari zat terlarut
      pada temperatur tertentu. Kerja yang dilakukan dalam memindahkan satu molekul dari zat terlarut sehingga dapat lewat ke wujud uap membutuhkan pemecahan ikatan antar molekul-molekul berdekatan.
      Tahap kedua menyangkut pembentukan lubang dalam pelarut yang cukup besar untuk menerima molekul zat terlarut.
      Tahap ketiga penempatan molekul zat terlarut dalam lubang pelarut.
      Zat-zat dengan struktur kimia yang mirip umumnya dapat saling bercampur dengan baik, sedangkan zat-zat yang struktur kimianya berbeda umumnya kurang dapat saling bercampur (like dissolves like). Senyawa yang bersifat polar akan mudah larut dalam pelarut polar, sedangkan senyawa nonpolar akan mudah larut dalam pelarut nonpolar. Contohnya alkohol dan air bercampur sempurna (completely miscible), air dan eter bercampur sebagian (partially miscible), sedangkan minyak dan air tidak bercampur (completely immiscible).

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini